Pencemaran Tanah – Tanah adalah tempat manusia berpijak dan menjadi tempat tinggal. Perlu perawatan terhadap tanah yang saat ini cukup jarang disadari. Tidak menyadari akan pemeliharaan tanah mengakibatkan banyak pencemaran terjadi.

Ketika tanah tercemar akibatnya sangat fatal bagi manusia serta ekosistem. Oleh karena itu mengenali seperti apakah pencemaran tanah mulai dari penyebab dan jenis-jenisnya sangat penting.

Fungsinya untuk membangun kesadaran dan mendapatkan solusi terhadap tanah tercemar. Sehingga mampu menjaga keberlangsungan hidup makhluk hidup.

Pengertian Pencemaran Pada Tanah

Pencemaran pada tanah telah menjadi masalah lingkungan hidup dalam beberapa dekade ini. Masalah ini sama seperti masalah lingkungan lainnya yang sering digembar-gemborkan yaitu perubahan iklim dan pemanasan global.

Pengertian pencemaran tanah adalah munculnya kontaminasi terhadap tanah. Kontaminasi ini berasal dari zat polutan yang mengganggu tanah dalam hal fisik hingga biologis.

Secara umum, zat polutan yang merusak tanah ini nantinya akan memberikan dampak buruk pada manusia serta makhluk hidup lainnya. Bahaya yang ditimbulkan pun cukup tinggi tak kalah penting dengan masalah lingkungan hidup lainnya.

Zat polutan atau polusi ini berasal dari pengendapan limbah baik padat atau cair pada permukaan dan bawah tanah. Pencemarannya bisa merusak tanah serta air tanah yang nantinya berdampak buruk pada lingkungan hidup.

Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) yang dikutip dari republika.com, di tahun 2019 terdapat 2.200 desa di Indonesia yang mengalami pencemaran tanah. Data dari BPS juga memaparkan bahwa kepedulian lingkungan yang dimiliki masyarakat di Indonesia adalah 0,51 dari skala nilai 0 sampai 1.

Artinya kepedulian masyarakat akan pencemaran lingkungan salah satunya polusi pada tanah masih harus terus ditingkatkan.

penyebab pencemaran tanah

Penyebab Pencemaran Tanah dan Jenis Zat Polutan

Dilihat dari pengertian pencemaran tanah maka hal penting yang memberikan pencemaran adalah zat polutan. Polutan ini bisa disebabkan secara alami dan karena manusia.

Apa yang dimaksud polutan alami adalah pencemaran yang terjadi bukan karena manusia. Pencemaran bisa terjadi karena bahan kimia beracun yang menumpuk. Contoh yang dapat diamati adalah ketika tingkat perklorat di Gurun Atacama Cile terakumulasi tinggi.

Dampaknya adalah membuat lingkungan menjadi gersang dan disebabkan secara alami. Sedangkan polutan yang disebabkan oleh manusia sangat jelas terlihat. Ada banyak bahan kimia berupa limbah yang dihasilkan manusia baik itu industri atau rumahan hingga pertanian.

Untuk mengetahui secara lebih detail perlu mengenali jenis zat polutan yang merusak. Kebanyakan zat ini adalah berasal dari manusia yang diklasifikasikan sebagai berikut ini:

1. Timbal (PB)

Timbal dan lead adalah zat polutan yang sudah umum didengar. Timbal merupakan logam berat yang bisa berasal dari bahan finishing atau cat, aktivitas tambah, konstruksi seperti pengecoran, asap kendaraan bermotor dan juga pertanian.

2. Insektisida

Lahan-lahan pertanian tidak pernah lepas dari penggunaan bahan kimia seperti pestisida dan insektisida. Bahan-bahan ini akan menyerap ke dalam tanah dan menciptakan pencemaran.

3. Merkuri (HG)

Merkuri juga termasuk zat polutan logam berat yang muncul karena pembakaran batubara, limbah medis, hingga pertambahan. Tanah tercemar merkuri juga bisa disebabkan akumulasi penanaman sayuran.

4. Arsenic (AS)

Zat polutan Arsenic paling banyak ditemukan di area pertambangan, industri elektronik, konstruksi, pertanian serta pembangkit listrik dengan batubara. Arsenic adalah salah satu logam berat yang sama bahayanya seperti nikel (Ni), seng (Zn), tembaga (Cu), dll.

5. Hidrokarbon Poliaromatik

Disebut juga PAHS yang sumbernya berasal dari pembakaran batubara, asap rokok, pembakaran pertanian, pembakaran kayu, akumulasi penanaman pada tanah tercemar hingga konstruksi.

Kelima zat polutan tersebut berasal dari manusia, lalu bagaimana penyebab pencemaran tanah alami? Tanah memiliki berbagai senyawa organik seperti garam, ion anorganik, dan juga logam. Kandungan tersebut akan membantu aktivitas tumbuhan serta mikroba tanah.

contoh pencemaran tanah

Namun jika jumlahnya berlebihan itulah yang akan menimbulkan polutan alami. Jika jumlahnya meningkat dari yang seharusnya maka akan menciptakan pencemaran tanah.

Jika hanya dilihat dari zat polutan maka masih belum jelas seperti apakah pencemaran yang terjadi sehari-hari. Berikut ini beberapa contoh pencemaran tanah yang terjadi di lingkungan.

1. Limbah Industri

Contoh yang pertama dan terlihat nyata adalah limbah yang berasal dari industri. Misalnya saja pembakaran batubara yang mampu menimbulkan zat polutan logam berat seperti merkuri, nikel, timbal, dll.

Jenis limbah cair adalah yang memberikan dampak langsung dan sangat besar terhadap pencemaran. Kebanyakan industri di Indonesia masih belum mengolah limbah mereka dan langsung membuangnya ke atas tanah.

2. Limbah Rumah Tangga

Bagi masyarakat di perkotaan, limbah rumah tangga menjadi ancaman paling besar terhadap kesehatan tanah. Misalnya saja limbah air cucian piring atau pakaian.

Padatnya pembangunan perumahan di perkotaan membuat sistem peresapan tidak dapat bekerja dengan baik. Akibatnya pencemaran pada tanah tidak dapat dihindari.

3. Lahan Pertanian

Apabila dilihat dari zat polutannya, pestisida atau insektisida termasuk di dalamnya. Artinya lahan pertanian tidak terlepas dalam andil mencemari tanah. Pupuk yang berfungsi untuk menyuburkan tanah modern ini justru memiliki beberapa kandungan polutan.

Contohnya saja kandungan amonium nitrat dan kalium di dalamnya. Jika dikaji ulang, kandungan tersebut bisa mengakibatkan pencemaran. Belum lagi untuk menyuburkan tanaman, pestisida digunakan demi membasmi hama yang juga berdampak buruk pada tanah.

4. Sampah

Di Indonesia pencemaran tanah adalah masalah yang belum banyak disadari walaupun sudah banyak solusi yang diberikan. Salah satu yang terbesar dari ketiga contoh di atas adalah sampah.

Sampah memiliki banyak wujud baik padat dan juga cairan. Di Indonesia pengolahan sampah menjadi daur ulang masih sangat terbatas. Pada akhirnya sampah yang dikumpulkan di satu tempat langsung di atas tanah.

Dampak yang muncul bukan sekedar merusak tanah tetapi juga berpotensi besar mencemari udara dan menimbulkan wabah penyakit.

limbah

Bahaya Pencemaran Tanah pada Lingkungan dan Manusia

Tanah adalah bagian dari lingkungan yang memiliki fungsi untuk menyimpan air. Tanpa adanya tanah, sulit bagi manusia untuk mendapatkan air yang bersih, karena tanah itu sendiri merupakan proses hidrologi.

Tidak menyadari akan bahaya pencemaran tanah memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan ekosistem. Adapun bahaya yang muncul akibat tanah tercemar adalah sebagai berikut :

1. Bahaya terhadap ekosistem

Masalah ekosistem yang muncul sangat terlihat dari lahan pertanian. Kesuburan tanah jadi berkurang karena kurangnya nutrisi. Tanah juga akan lebih mudah terkena erosi serta turunnya hasil pertanian di masa mendatang.

Selain pada tanah, masalah juga muncul dari air yang terkontaminasi. Zat berbahaya masuk ke dalam air tanah yang menuju ke aliran sungai hingga laut. Munculnya hujan asam seperti sulfur dan nitrogen terjadi karena pencemaran tanah.

2. Bahaya terhadap kesehatan manusia

Dampak pencemaran tanah juga berakibat langsung pada kesehatan manusia. Ada beberapa penyakit yang akan muncul karena mengkonsumsi air dari tanah yang tercemar.

Gejala jangka pendek yang bisa dialami manusia seperti sakit kepala, mual, muntah, sesak nafas, batuk, ruam pada kulit hingga iritasi mata. Beberapa penyakit jangka panjang yang muncul adalah penyakit serius.

Misalnya saja penyakit kanker seperti leukimia yang diakibatkan kontak langsung dengan tanah yang memiliki kandungan seperti bensin dan benzena. Bahaya juga dapat dialami pada sistem saraf disebabkan oleh tanah yang tercemar timbal.

pengertian pencemaran tanah

Solusi dan Pencegahan Polusi Pada Tanah

Menjaga tanah agar tidak tercemar bukan hanya sekedar memahami bahayanya. Namun harus menjalani solusinya. Ada beberapa solusi mengenai polusi pada tanah yang bisa dilakukan sebagai berikut :

1. Reboisasi

Menanam pohon kembali memang membutuhkan waktu lama, namun langkah ini sangat baik untuk mengurangi polusi pada tanah dan udara. Kesuburan tanah akan kembali dengan proses reboisasi.

2. Menggalakan daur ulang

Daur ulang sampah sangat penting untuk mengurangi polusi pada tanah sekaligus mengurangi penumpukan sampah. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk organik untuk menggemburkan tanah.

3. Pengurangan penggunaan pestisida

Supaya zat polutan tidak mencemari tanah pertanian maka mengurangi penggunaan pestisida sangat dibutuhkan. Bahan kimia perlu dikurangi penggunaanya demi kesuburan tanah.

4. Menggunakan produk biodegradable

Penggunaan produk biodegradable akan membantu pengurangan sampai pada tanah. Sampah akan terurai di tanah sehingga menghindari polutan.

Berbagai cara perlu dilakukan untuk mengurangi polusi pada tanah sehingga lingkungan yang aman dan nyaman bisa menjadi tempat tinggal.

Apabila anda ingin menggunakan jasa pengeboran air, kunjungi halaman depan kami.

Leave a Reply