Tanah subur pasti sudah tidak asing lagi terdengar, ciri utama tanah subur adalah memiliki banyak humus sehingga disebut juga sebagai tanah humus. Di berbagai bidang pertanian humus menjadi jenis tanah yang wajib.

Apa yang membuat tanah humus sangat subur? Bagaimana proses terbentuknya dan ciri-ciri apa saja yang dimiliki? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut, bahkan tanah ini bisa dibuat sendiri loh.

Apa Itu Tanah Humus dan Proses Terbentuknya

Apabila dilihat dari komposisinya, humus adalah jenis tanah yang mirip seperti pupuk kompos. Terbuat dari dedaunan, batang pohon dan juga campuran kotoran hewan. Semua bahan tersebut mengalami pelapukan dan terjadi perombakan organisme.

Indonesia sebenarnya adalah wilayah yang memiliki tanah humus paling luas karena keberadaan hutan hujan tropis. Di hutan, tanah ini terbentuk secara alami dan membutuhkan waktu lama untuk organisme mengurai kotoran hewan dan dedaunan kering.

Warna dari humus lebih gelap dan coklat kehitaman dan teksturnya gembur. Humus secara kimiawi merupakan organik makromolekul yang banyak kandungan fenol, asam karboksilat, alifatik dan hidroksida.

Jika dihutan proses terbentuknya tanah humus secara alami, ada juga proses pembuatannya yang dilakukan oleh manusia. Proses humus buatan adalah dengan memasukan dedaunan kering ke dalam tanah dan dicampur bersama kotoran hewan.

Bahan organik nantinya akan terurai dan membentuk partikel bermuatan negatif sehingga mampu menyerap nutrisi positif yang fungsinya menyuburkan tanah. Jadi bukan tidak mungkin untuk menciptakan humus sendiri di rumah.

humus adalah

Ciri-Ciri dari Tanah Humus

Setiap tanah memiliki ciri-ciri tertentu tidak terkecuali dengan humus. Untuk bisa membedakan dengan jenis tanah lainnya, berikut ini ciri-ciri yang bisa diperhatikan.

1. Warna

Warna dari tanah humus adalah kehitaman atau coklat. Warna in terdapat di bagian atasnya saja karena adanya pembusukan dari daun dan ranting. Selain warna kehitaman, terdapat bintik-bintik putih.

2. Tekstur

Dari segi tekstur, humus merupakan tanah gembur yang mudah dipegang dan tidak keras. Berbeda dengan jenis tanah liat yang kertas atau tanah berpasir.

3. Daya serap

Humus adalah jenis tanah yang memiliki daya serap paling tinggi. Sifatnya yang mampu menyerap air sangat tinggi ini sangatlah baik untuk pertumbuhan tanaman.

4. Memiliki sifat kolodial dan amorfous

Apabila dilihat dari sifatnya, tanah humus mirip dengan tanah liat dari segi sifat kolodial dan amorfous. Namun perbedaannya terdapat pada daya serap airnya yang sangat tinggi.

5. Sangat subur

Sesuai dengan proses pembuatannya baik alami atau buatan, tanah humus sangatlah subur. Pelapukan daun dan kotoran hewan adalah penyebab utama mengapa tanah ini menjadi subur.

6. Jenis kandungannya

Sifatnya yang subur juga disebabkan oleh kandungan yang ada di dalamnya. Kalsium, kalium, magnesium adalah salah satu jenis kandungan yang membuatnya semakin subur cocok untuk bercocok tanam.

7. Sumber energi jasad mikro

Jasad mikro tinggal dalam tanah humus dan menjadi bakteri pengurai yang berfungsi menggemburkan tanah. Mereka dapat bekerja karena dedaunan dan ranting pohon adalah sumber makanan utamanya.

Inilah ciri-ciri tanah humus yang bisa diperhatikan untuk membedakannya dengan tanah lainnya. Sehingga jika ingin menanam dengan tanah yang subur tidak akan salah menggunakan jenis yang lainnya. Supaya tanaman tetap dapat tumbuh dengan subur.

ciri ciri tanah humus

Manfaat yang Diberikan Tanah Humus Sekaligus Kekurangannya

Dilihat dari cirinya dan sifatnya yang sangat subur, tanah humus menjadi media yang tepat untuk bercocok tanam. Banyak sekali masyarakat yang ingin memiliki tanah jenis ini di setiap pekarangan mereka sehingga memudahkan untuk menanam apapun.

Sebagai rinciannya, berikut ini beragam jenis manfaat dari tanah humus yang bisa didapatkan.

1. Sebagai pupuk organik

Masih banyak lahan yang tersebar di Indonesia memiliki jenis tanah yang tidak subur seperti tanah gamping atau tanah liat. Oleh karena itu, supaya lahan-lahan tersebut tetap bisa dijadikan tempat bertanam maka dibuatkanlah pupuk organik.

Apa yang dimaksud pupuk organik sendiri merupakan humus buatan manusia. Upaya ini pun akhirnya membuahkan hasil karena banyak lahan yang berhasil ditanami. Ketika harga pupuk yang melonjak mahal, masyarakat memanfaatkan humus buatan sendiri.

2. Menjadi media tanam

Unsur hara dalam humus sangatlah tinggi oleh karena itu menjadi baik untuk menanam tanaman. Pada bidang pertanian, humus menjadi media tanam yang sangat bermanfaat. Tak hanya pupuk, media tanam dari humus tak kalah suburunya.

Ketika menjadikan tanah humus sebagai media tanam, tidak dibutuhkan tambahan pupuk kompos karena tanahnya sendiri sudah sangat subur.

3. Struktur tanah tetap terjaga

Tanah jenis humus memiliki kelebihan utama yaitu memiliki struktur yang stabil sehingga mampu melindungi tanah dari kikisan. Ditambah lagi teksturnya yang gembur mampu menyerap air dalam jumlah yang tinggi.

Karena tekstur dan sifat itulah membuat humus mampu menjaga terjadinya perubahan pH. Struktur tanah akan terjaga karena humus mampu mengikat mineral dengan agregat.

tanah subur

4. Menjadi sumber makanan tanaman

daya serap air yang tinggi membuat humus memiliki kapasitas air tanah lebih tinggi dibandingkan jenis tanah lainnya. Air tanah merupakan minuman untuk tumbuhan yang sangat penting dan menjaganya tetap subur.

Ketika sebuah tanah telah ditanami dengan tanaman maka tanaman juga akan membantu menjaga kandungan air di dalamnya. Sedangkan tanaman mendapatkan sumber makanan dari tanah. Nutrisi tanaman pun akan tetap terjaga dan bisa tumbuh subur.

5. Membantu perkembangan tanaman di dalam tanah

Akr adalah bagian dari tanaman yang berada di dalam tanah. Humus bukan hanya mendorong perkembangan tanaman di bagian permukaan saja tetapi juga di dalam seperti akar. Aktivitas biologis yang terdapat di dalam tanah akan terjadi dengan sangat baik.

Selain manfaat, humus juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa kekurangan yang dimilikinya.

1. Memiliki bau tidak sedap

Karena terbuat dari daun, batang pohon yang membusuk serta kotoran hewan jelas saja bahwa humus mengeluarkan bau yang tidak sedap. Baunya yang sangat keras ini sangat menusuk hidung, oleh karena itu pada tahapan pembuatannya lebih baik dipendam.

2. Sangat mudah terbakar

Humus adalah jenis tanah yang mudah terbakar. Hal ini dibuktikan pada musim kemarau beberapa hutan tropis di Indonesia paling mudah terbakar. Jika terjadi kebakaran maka akan cukup sulit untuk mengatasinya.

Kebakaran hutan tidak terlepas dari peranan tanah jenis humus yang mudah terlahap api.

3. Sangat licin

Ketika berjalan di hutan dengan permukaan humus akan terasa sangat licin. Inilah kekurangan yang dimiliki humus yaitu cenderung licin. Maka perlu hati-hati jika berjalan di atasnya.

Bisa menjadi tanah yang tidak subur

Tanah yang subur penuh humus lama kelamaan akan kehilangan kesuburannya karena pola tanam yang salah. Jika ditanami jenis tanaman yang sama belum lagi penggunaan pestisida akan menghilangkan kesuburan tanah.

Oleh karena itu, banyak petani menerapkan sistem penanaman bergilir sesuai dengan musimnya. Supaya kandungan hara dalam tanah tetap baik.

bajak tanah

Cara Membuat Tanah Humus Sendiri

Bagaimana jika ternyata lahan atau pekarangan rumah tidak memiliki jenis tanah yang subur Misalnya saja membeli rumah di area pegunungan dengan tanah gamping. Bukan masalah, karena jika ingin mengubah tanah menjadi subur tinggal membuat humus.

Cara membuat humus pun tidak sulit tinggal menyiapkan peralatan seperti sekop, cangkul serta penyemprot air. Siapkan juga ember serat gantung plastik hitam yang besar. Jika ingin membuat dalam jumlah banyak siapkan juga terpal.

Sedangkan bahan yang perlu dipersiapkan dalam air, larutan EM4, daun basah dan kering perbandingan 1:3. Siapkan juga tanah untuk melapisi humus dan kotoran hewan seperti kambing. Apabila semua bahan sudah disiapkan, ikuti langkah berikut ini:

1. Buatlah lubang di tanah di area yang tidak terkena sinar matahari serta lembab.
2. Masukan tanah dan kotoran hewan lalu campur hingga merata hingga memenuhi lubang di tanah. Tuangkan secara perata cairan EM4 di atasnya
3. Tutup permukaannya dengan terpal atau plastik, jangan lupa dilubangi.
4. Cek secara rutin setiap hari untuk melihat perubahannya, tambahkan air untuk menjaga kelembaban setiap satu atau dua minggu.
5. Jika sudah tiga minggu biasanya tanah sudah jadi dan siap digunakan untuk menyuburkan pekarangan rumah.

Tanah yang sudah jadi memiliki ciri bau busuk mulai menyengat, jika ingin digunakan sebaiknya saat selesai memakai jasa sumur bor saring terlebih dahulu supaya kotoran yang menggumpal terpisah.

Leave a Reply